Menu

Tips Jitu Budidaya Jahe Gajah

September 22, 2015 | Jahe gajah

Budidaya jahe gajahBudidaya jahe gajah sudah banyak dilakukan masyarakat Indonesia. Bahkan cara tepat melakukannya pun berlimpah dan mudah didapatkan melalui internet. Alasannya, jahe jenis ini terbilang simple dan gampang untuk dipelajari hingga mempraktekkannya. Modalnya pun relatif kecil.

Selain itu, jahe gajah merupakan jenis yang paling banyak dicari dan laku di pasaran, khususnya pasar dunia. Hal tersebut tentu menjadi peluang menggiurkan bagi siapa saja yang ingin jadi pebisnis.

Nah, bagi Anda yang ingin mencoba budidaya jahe gajah ada baiknya menyimak sejumlah informasi menarik berikut ini.

Cara Tepat Budidaya Jahe Gajah

Jika ingin mendapatkan hasil baik dan berkualitas tentu Anda harus menggunakan teknik dan cara budidaya yang benar. Diantaranya dengan memperhatikan:

1. Pembibitan

Pilih bibit berkualitas yang dapat tumbuh tinggi, fisik yang bermutu baik dan bebas dari hama juga penyakit. Bibit yang bagus diambil langsung dari kebun. Pilihlah dari tanaman yang tampak baik, sehat dan sudah tua (sekitar umur 9 – 10 bulan).

2. Penyemaian

Bibit yang didapat baiknya disemai dulu agar pertumbuhannya merata dan seragam. Penyemaian bisa dilakukan dengan media bedengan atau peti kayu. Setelah itu, bibit ditaruh dalam karung dan dicelupkan dalam larutan fungisida agar terbebas dari penyakit.

3. Media untuk menanam

Media menanam jahe saat ini semakin mudah dan beragam. Anda bisa menggunakan lahan tanah yang dimiliki (perhatikan syarat-syarat tumbuh), polybag, karung bekas bahkan ada yang menggunakan keranjang. Tata cara dan tekniknya sedikit berbeda untuk masing-masing media.

4. Perawatan atau pemeliharaan tanaman

Untuk perawatannya tentu harus disesuaikan dengan media tanam yang diterapkan. Secara garis besar sejumlah hal yang tak boleh dilupakan ialah pemupukan, penyiraman dan penyemprotan pestisida. Selain itu, perhatikan pula periode dan tata cara saat panen hingga pasca panen.

Hal Penting Ketika Budidaya Jahe Gajah

– Jahe gajah akan tumbuh bagus jika ditanam di tempat dengan curah hujan tinggi dan cukup matahari dengan suhu udara sekitar 20-35 derajat celcius.

– Baik ditanam di ketinggian sekitar 200 hingga 600 m dpl.

– Tanah yang cocok ialah yang subur, gembur, mengandung banyak humus, teksturnya lempung/liat berpasir dan tanah laterik. Tingkat keasamannya sekitar 6,8 sampai 7.

– Jahe gajah sangat bagus dan disarankan ditanam diawal musim penghujan. Untuk hasil maksimal perhatikan dengan baik sistem pengairannya selama fase pertumbuhan.

– Bila tanaman bermasalah perlu diganti dengan penyulaman supaya tetap populasinya. Jika ada gulma yang semakin mengganggu bisa dilakukan penyiangan.

– Hama yang paling sering mengganggu ialah lalat rimpang dan lalat lamprolonchaea yang memakan dan menyerang bagian rimpang. Sedangkan macam-macam penyakit yang menyerang antara lain layu bakteri, busuk rimpang dan bercak daun.

– Tanaman yang digunakan untuk pengendalian hama antara lain tembakau, bengkuang, jeringau, piretrum, tuba dan mimba atau neem tree.

Satu hal yang tak kalah penting, baca informasi dan tips secar teliti. Hal ini karena banyak informasi yang sedikit menyesatkan untuk membuat pembaca tergiur dengan keuntungan dan membeli produk tertentu untuk budidaya jahe gajah.

Related For Tips Jitu Budidaya Jahe Gajah