Menu

Cara Mendapatkan Minyak Atsiri Jahe Merah

July 26, 2015 | Budidaya Jahe Merah

Tips tentang Cara Mendapatkan Minyak Atsiri Jahe Merah yang Banyak Khasiatnya

Minyak atsiri Jahe Merah merupakan salah satu komoditas dari hasil budidaya Jahe Merah yang dilakukan oleh petani. Jenis minyak ini didapatkan dengan cara penyulingan Jahe Merah yang berumur sekitar 10 bulan hingga 1 tahun. Pasalnya, Jahe Merah berumur segitu kandungan minyak di dalamnya cukup banyak dan bisa bisa didapatkan ekstraknya dalam bentuk minyak atsiri. Beberapa pembudidaya Jahe Merah juga melakukan penyulingan minyak atsiri karena harganya di pasaran juga cukup tinggi. Minyak atsiri tersebut digunakan oleh banyak industri jamu dan kimia yang tersebar di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, permintaannya cukup tinggi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan hingga diekspor ke mancanegara terutama negara-negara barat yang di sana tidak ditemukan tanaman herbal, seperti Jahe Merah, kunyit, lengkuas, serta empon-empon yang lainnya.

Minyak atsiri jahe merah

Bagaimana cara mendapatkan minyak atsiri Jahe Merah

Perlu Anda ketahui bahwa dari satu rimpang Jahe Merah, ekstrak minyak atsiri yang bisa diambil, yaitu sekitar 1% – 3% saja. Oleh karena itu, Anda membutuhkan banyak rimpang Jahe Merah yang umurnya cukup matang untuk dilakukan proses penyulingan. Ada beberapa metode penyulingan yang bisa dilakukan untuk mendapatkan minyak atsiri, antara lain sebagai berikut.

Pertama, metode perebusan. Mekanismenya, yaitu rimpang Jahe Merah yang cukup umur, segar, dan sudah dibersihkan direbus di dalam sebuah wadah yang sudah didesain khusus, dengan temperatur yang telah ditentukan. Uap air dari hasil perebusan tadi dialirkan ke dalam pipa kondensor untuk mengalami proses kondensasi. Semakin banyak rimpang Jahe Merah yang direbus, maka minyak atsiri yang didapatkan juga lebih banyak.

Kedua, metode pengukusan. Mekanismenya mirip seperti metode perebusan, hanya caranya tidak direbus tetapi dikukus. Uap air yang mengandup minyak atsiri dialirkan ke pipa kondensor untuk mengalami proses kondensasi. Metode ini memang cukup lama untuk mendapatkan minyak atsiri, dari pada metode perebusan. Oleh karena itu, pembudidaya lokal lebih banyak yang memilik metode perebusan untuk mendapatkan ekstrak minyak atsiri.

Apa saja khasiat minyak atsiri?

Minyak atsiri merupakan ekstrak dari rimpang Jahe Merah, sehingga khasiatnya juga sama persis dengan Jahe Merah tersebut. namun, ekstrak minyaknya tentu lebih berkhasiat dan manjur saat dipakai untuk mengobati penyakit tertentu. Pasalnya, bahan yang terkandung di dalam minyak atsiri dapat lebih cepat masuk dan bereaksi di dalam tubuh. Perlu Anda ketahui bahwa di dalam minyak atsiri terdapat bahan-bahan yang dapat difungsikan sebagai anti oksidan tinggi, seperti senyawa zingiberene, oleoresin, limonen, sineol, dan lain sebagainya. Dengan kandungan senyawa tersebut beberapa penyakit luar dan dalam dapat dicegah maupun disembuhkan, antara lain penyakit diare, perut kembung, maag akut, ginjal, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, Anda yang berminat untuk membudidayakan tanaman Jahe Merah, jangan menunggu terlalu lama lagi. Perbanyaklah informasi terkait budidaya tanaman Jahe Merah dan jangan lupa untuk mengetahui cara mendapatkan minyak atsiri yang sangat bermanfaat itu. Siapa tahu Anda bisa menjadi seorang pembudidaya Jahe Merah yang sukses dengan salah satu produknya, yaitu minyak atsiri Jahe Merah.

Related For Cara Mendapatkan Minyak Atsiri Jahe Merah