Menu

Informasi dan Klasifikasi Jahe Merah

January 23, 2015 | Informasi Jahe Merah

Klasifikasi Jahe merahKlasifikasi jahe merah  dilakukan oleh para ahli sebagai panduan bagi ilmuan, praktisi maupun masyarakat dalam memahami informasi tentang tanaman herbal ini. Klasifikasi jahe merah oleh para ahli dilakukan dengan memberinya nama-nama khusus. Di masyarakat kita penggolongan jahe, termasuk jahe merah, biasanya lebih tertuju pada bentuk, ukuran, dan warnanya. Klasifikasi umum yang diberikan masyarakat tersebut dapat membantu masyarakat memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari.

Jahe merah yang memiliki nama latin Zingiber Officinale Rosc var Rubrum ini memiliki berbagai macam kandungan senyawa kimia seperti gingerdiol, trans geraniol, kurkumen, geranil asetat, oleoresin, zingiberen, sitral, kapsaisin, dan sebagainya.

Kandungan kimia tersebut dimiliki oleh minyak atsiri dari jahe merah. Selain kandungan senyawa kimia, jahe merah juga memiliki bagian-bagian tertentu sebagai komponennya utamanya.

Bagian-bagian Jahe Merah

Jahe merah sebagaimana tanaman jahe lainnya memiliki beberapa bagian yaitu daun, batang, rimpang dan akar. Bagian-bagian jahe merah tersebut memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda.

Daun jahe merah memiliki warna yang lebih hijau. Walaupun jahe merah didominasi oleh warna merah pada bagian isinya, namun daun jahe merah memiliki warna hijau. Pada sisi permukaan warna hijaunya lebih muda dari bagian bawah daun. Daunnya tumbuh selang-seling secara teratur dan nampak rindang. Panjang daun berkisar 15 sampai 23 mm dan lebar 8 sampai 15 mm.

Adapun batang jahe merah bentuknya bulat seukuran jari-jari tangan hingga jempol kaki, di mana semakin ke atas atau menjulang batang jahe merah semakin mengecil dan pada puncak batang dan daun terdapat mahkota bunga. Warna batangnnya hijau dan kemerahan. Batang jahe merah dikelilingi oleh pelepah-pelepah daun yang terus tumbuh selama proses tanam.

Sedangkan pada bagian selanjutnya adalah akar dan rimpang (bagian yang bercabang seperti jari) jahe merah. Akar dan rimpang terletak di bawah dari bagian-bagian jahe merah. Warna rimpang jahe berwarna merah. Selain berwarna merah warna jingga muda juga terdapat pada jahe merah.

Ciri-ciri Jahe Merah

Jahe merah termasuk dalam kelompok keluarga tanaman kunyit, temulawak, kencur, lengkuas dan sejenisnya. Jahe merah dapat dikategorikan sebagai tanaman herbal. Ciri khas tanaman ini terletak pada warnanya yang berwarna merah. Selain ciri khas warna merahnya, terdapat pula ciri-ciri lainnya.

Pertama, jahe merah memiliki tinggi sekitar 30 cm hingga 1 meter dengan daun-daun hijau yang berselang-seling secara teratur. Kedua, daunnya yang berwarna hijau tumbuh memanjang sekitar 15 mm sampai 23 mm. Ketiga, memiliki bunga dan mahkota bunga yang indah dan berwarna kuning kehijauan. Pada bibir mahkota bunga terdapat warna ungu. Keempat, rasa jahe merah sangat pedah dan aromanya yang harum khas sebuah jahe.

Jahe merah berguna sebagai bahan dasar obat medis dan obat herbal serta jamu. Jahe merah memiliki khasiat tertentu yang bermanfaat bagi kesehatan baik untuk pencegahan maupun pengobatan suatu penyakit. Seperti dikuti dari situs Jahemerah.org bahwa jahe merah berguna bagi kesehatan di antaranya untuk kekebalan tubuh, mencegah kemandulan, merangsang produksi ASI dan pencegah pendarahan di luar haid.

Dari klasifikasi jahe merah di atas kita bisa memahami lebih banyak tentang tanaman tersebut. Pemerintah dan kalangan swasta pun sekarang banyak yang melakukan pemberdayaan petani dan kelompok masyarakat tertentu dengan memberikan bibit jahe merah secara gratis.

Masyarakat dituntut untuk aktif memanfaatkan kemudahan yang diberikan dengan berupaya membudidayakannay semaksimal mungkin baik untuk bahan kecantikan, kesehatan dan bahan rempah-rempah. Demikianlah informasi dan klasifikasi jahe merah.

Related For Informasi dan Klasifikasi Jahe Merah