Menu

Mengenal Jenis dan Penanganan Penyakit Jahe Merah

February 1, 2015 | Informasi Jahe Merah

Penyakit jahe merah   merupakan musuh yang harus diwaspadai oleh para petani jahe merah. Karena kedatangan hama dan penyakit dapat menurunkan kualitas jahe merah yang dihasilkan dan bahkan membuat anaman jahe mati sehingga tidak dapat dipanen. Kenyataan bahwa jahe merah meripakan salah satu komoditi tanaman obat yang populer dan memiliki banyak peminat membuat semakin banyak orang tertarik untuk membudidayakan tanaman rempah – rempah ini. Pengetahuan yang cukup mengenai pola tanam, perawatan serta resiko penyakit dan hama yang dapat menyerang jahe merah merupakan hal yang sangat penting bagi keberhasilan membudidayakan tanaman jahe merah ini.

Penyakit jahe merah

Penyakit dan Hama Jahe Merah

Jahe merah merupakan salah satu komoditi yang tengah naik daun dan memiliki serapan pasar yang cukup tinggi. Selain karena minimnya pelaku budidaya tanaman jahe merah; pengetahuan mengenai penyakit dan hama yang lazim menyerang jahe merah juga masih minim sehingga petani seringkali tidak dapat memberikan perawatan optimal dan menyelamatkan tanaman jahe merah yang diserang penyakit. Ada beberapa jenis penyakit jahe merah yang lazim ditemui menyerang tanaman jahe merah seperti pembusukan pada rimpang jahe merah dan daun yang layu. Tanaman jahe merah yang diserang penyakit ini sangat sulit diselamatkan dan dapat berakibat kegagalan panen.

Serangan bakteri yang mengakibatkan tanaman jahe merah layu juga cukup sering ditemui. Adapun penyakit jahe merah ini biasanya menyerang tanaman jahe di lokasi yang lembab. Serangan bakteri Ralstonia solanacearum dapat merusak tanaman jahe dan membuat panen menurun hingga 90%. Gejala serangan penyakit ini biasanya ditandai dengan warna daun yang menguning serta menggulung. Pada pangkal batang tanaman jahe juga biasanya ditemui pembusukan. Tanpa perawatan atau penanganan yang tepat maka tanaman jahe akan layu, kering dan mati.

Pengendalian dan Penanganan Penyakit dan Hama Jahe Merah

Salah satu cara pengendalian penyakit dan hama tanaman jahe merah adalah dengan perawatan intensif guna membebaskab lahan dari gulma serta menghindari kondisi tanan yang menguntungkan bagi pertumbuhan bakteri. Budidaya jahe merah dengan menggunakan polybag selain lebih praktis juga lebih mudah dari segi perawatan dan pengendalian hama penyakit. Menjaga sanitasi agar tanah tidak terlalu lembab merupakan salah satu alternatif mencegah serangan penyakit layu bakteri. Penggunaan lahan sawah dengan irigasi teknis juga dapat mengurangi resiko serangan bakteri karena bakteri R solanacearum tidak cocok hidup di lahan sawah beririgasi teknis. Lahan yang sebelumnya ditanami sambiloto juga terbukti menurunkan resiko serangan bakteri. Untuk tanaman jahe yang telah terindikasi mengalami serangan bakteri; maka penggunaan pestisida alami berupa minyak atsiri dari minyak cengkeh dan serai wangi yang terbukti menghambat pertumbuhan bakteri secara in vitro merupakan salah satu alternatif sederhana mengatasi penyakit jahe merah.

Related For Mengenal Jenis dan Penanganan Penyakit Jahe Merah